Apa Itu Sangjit: Tradisi Tionghoa yang Populer di Indonesia

Meetings & Events | 29/04/2026

Mengenal Long Stay dan Kelebihannya

Dalam rangkaian prosesi pernikahan adat Tionghoa, ada satu momen penting yang sering kali mencuri perhatian karena keindahan dan maknanya, yaitu sangjit. Di Indonesia, tradisi ini tetap terjaga kelestariannya, bahkan semakin populer di kalangan pasangan muda. Meskipun membutuhkan persiapan yang cukup detail, banyak calon mempelai yang rela meluangkan waktu, tenaga, hingga biaya untuk mengadakan acara ini di intimate wedding mereka demi menciptakan suasana yang sakral dan hangat bersama keluarga besar. Sebenarnya, apa itu sangjit?

 

Apa Itu Sangjit?

Secara harfiah, sangjit adalah sebuah tradisi sakral berupa prosesi seserahan atau lamaran formal dalam kebudayaan Tionghoa yang telah diadaptasi secara turun-temurun di Indonesia. Acara ini merupakan tahapan lebih lanjut dan krusial setelah adanya kesepakatan lamaran awal atau khitbah. Dalam prosesi ini, rombongan keluarga besar pria datang berkunjung dengan membawa berbagai hantaran bermakna yang disusun rapi di atas baki-baki berwarna merah dan emas.

Namun, Anda perlu memahami bahwa sangjit bukan sekadar serah terima barang materi. Prosesi ini adalah simbol dari janji setia dan komitmen mendalam antara kedua belah pihak. Lebih dari itu, sangjit menjadi wujud penghormatan tertinggi kepada orang tua serta sarana memohon doa restu agar perjalanan rumah tangga kedua calon mempelai nantinya senantiasa diliputi kelimpahan, keharmonisan, dan kebahagiaan yang tak terputus.

 

Tata Cara Sangjit

Prosesi sangjit biasanya dilakukan antara satu bulan hingga satu minggu sebelum hari pernikahan. Acara dimulai dengan kedatangan rombongan keluarga pria ke rumah atau venue keluarga wanita. Pemimpin rombongan dari pihak pria akan menyerahkan baki seserahan secara berurutan kepada perwakilan keluarga wanita.

Setelah baki diterima, pihak keluarga wanita biasanya akan memberikan “balasan” seserahan sebagai tanda bahwa mereka menyambut baik niat tulus tersebut. Acara kemudian dilanjutkan dengan perkenalan anggota keluarga dari pihak mempelai pria dan wanita, doa bersama, lalu ditutup dengan sesi makan siang atau makan malam bersama untuk mempererat tali persaudaraan.

 

Aturan Penting dalam Acara Sangjit

Agar prosesi berjalan sesuai dengan nilai-nilai tradisional, ada beberapa aturan penting yang perlu Anda perhatikan. Berikut beberapa di antaranya.

1. Syarat pembawa baki

Dalam tradisi sangjit, orang yang membawa baki seserahan sebaiknya adalah anggota keluarga atau teman yang masih lajang atau belum menikah. Hal ini melambangkan harapan agar para pembawa baki tersebut juga segera mendapatkan jodoh dan keberuntungan yang sama dengan calon mempelai.

2. Kelipatan jumlah baki yang diperbolehkan

Angka memiliki makna besar dalam budaya Tionghoa. Jumlah baki seserahan harus berjumlah genap, kecuali angka empat, karena dalam bahasa Mandarin pelafalannya mirip dengan kata “mati”. Biasanya, jumlah baki yang digunakan adalah 6, 8, atau 12. Angka 8 sering menjadi pilihan favorit karena melambangkan keberuntungan yang tidak terputus.

3. Isi baki seserahan

Barang-barang yang dibawa sebenarnya dapat disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan calon mempelai. Namun, umumnya barang-barang tersebut memiliki makna simbolis, misalnya uang susu (angpao), kain atau pakaian, perhiasan, buah-buahan (seperti apel atau jeruk untuk keselamatan dan rezeki), hingga lilin merah bermotif naga dan burung feniks untuk mengusir energi negatif. 

Sebagian dari isi baki ini nantinya juga akan dikembalikan kepada pihak pria sebagai simbol bahwa keluarga wanita tidak menyerahkan anaknya sepenuhnya dan tetap menjalin hubungan keluarga.

4. Warna pakaian pihak calon mempelai

Warna merah dan emas adalah warna wajib dalam acara sangjit. Anda akan sering melihat calon mempelai mengenakan cheongsam atau gaun modern berwarna merah cerah. Warna ini melambangkan kebahagiaan, keberuntungan, dan semangat yang menyala-nyala untuk menyambut lembaran baru.

 

Rekomendasi Venue Sangjit Intimate di Puri Jakarta Barat

Mengingat sangjit adalah momen yang sangat personal dan melibatkan keluarga inti, pemilihan tempat memegang peranan penting. Jika Anda mencari suasana yang elegan, tetapi tetap menghadirkan nuansa kehangatan di sekitar Jakarta Barat, Wyl’s Puri bisa menjadi pilihan yang sangat ideal.

Wyl’s Puri menawarkan area restoran yang dapat disulap menjadi ruang acara sangjit dengan kapasitas hingga 40 orang. Suasananya modern dan tetap memiliki sentuhan homey, sehingga momen pertukaran baki akan terasa lebih khusyuk namun tetap nyaman. 

Dengan paket pilihan menu masakan lezat, kegiatan bersantap bersama keluarga membuat suasana momen spesial ini semakin hangat dan berkesan. Cek selengkapnya tentang event di Wyl’s Puri di sini!

Other Posts