Mengenal Makna dan Susunan Acara Tradisi Ngunduh Mantu
Wedding Celebration | 12/08/2026

Ngunduh mantu merupakan salah satu tradisi pernikahan dalam budaya Jawa yang masih banyak dijalankan hingga saat ini. Tidak sekadar menjadi rangkaian perayaan setelah akad atau resepsi, tradisi ini juga menyimpan makna filosofis tentang penyambutan anggota keluarga baru serta mempererat hubungan antarkeluarga. Jika Anda ingin mengenal lebih dalam tentang ngunduh mantu dan bagaimana susunan acara ngunduh mantu dilaksanakan, mari simak artikel ini.
Pengertian dan Esensi Tradisi Ngunduh Mantu
Ngunduh mantu adalah tradisi adat Jawa yang menjadi simbol penyambutan resmi mempelai perempuan ke dalam keluarga besar mempelai pria. Secara harfiah, ngunduh berarti “memetik” atau “menuai”, sehingga tradisi ini dimaknai sebagai momen penerimaan menantu sebagai anggota keluarga baru.
Berbeda dengan resepsi pernikahan yang umumnya diselenggarakan oleh keluarga mempelai perempuan, acara ngunduh mantu menjadi hajat keluarga mempelai pria sebagai tuan rumah. Melalui prosesi ini, keluarga pria menyambut mempelai perempuan sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas terbentuknya keluarga baru.
Tradisi yang Menjadi Perhatian Utama Ngunduh Mantu
Dalam pelaksanaan ngunduh mantu, terdapat sejumlah tradisi yang menjadi perhatian utama agar acara berlangsung sesuai adat dan sarat makna, di antaranya:
1. Pemilihan tanggal baik
Pemilihan hari pelaksanaan merupakan salah satu aspek penting dalam tradisi Jawa. Keluarga biasanya menggunakan perhitungan kalender Jawa atau petung dengan mempertimbangkan weton dan neptu kedua mempelai. Selain itu, bulan seperti Besar (Dzulhijjah) dan Ruwah (Sya’ban) sering dipilih karena dianggap membawa keberkahan, sedangkan Bulan Suro umumnya dihindari. Secara tradisional, acara ngunduh mantu juga kerap digelar sekitar lima hari setelah resepsi atau dikenal sebagai sepasaran.
2. Hidangan tradisional yang disajikan
Tak hanya berguna sebagai suguhan bagi para tamu, jamuan dalam ngunduh mantu juga melambangkan rasa hormat dan syukur. Hal ini tercermin dari hidangan seperti sop manten, nasi liwet, nasi gudeg, rawon, sate, dan gule yang menyimbolkan kesucian hati, kehangatan, serta persatuan keluarga.
Sebagai pelengkap, tersedia juga aneka jajanan pasar seperti lemper, wajik, dan jadah yang melambangkan harapan agar rumah tangga pasangan selalu rukun dan harmonis. Selain itu, nasi tumpeng serta es dawet juga sering menjadi bagian dari sajian tradisional.
3. Pakaian mempelai
Busana pengantin mencerminkan identitas budaya sekaligus menjadi simbol diterimanya mempelai perempuan ke dalam keluarga besar pengantin pria. Dalam adat Jawa, mempelai pria umumnya mengenakan beskap lengkap dengan blangkon dan keris, sedangkan mempelai wanita mengenakan kebaya dengan paes. Keseragaman busana keluarga inti juga merupakan lambang kebersamaan dan persatuan keluarga.
4. Pertunjukan tarian dan musik
Tarian dan musik tradisional menjadi pelengkap yang memperkuat suasana sakral sekaligus meriah. Prosesi kirab biasanya diiringi Tari Cucuk Lampah, sementara Tari Gambyong atau Bedhaya kerap ditampilkan sebagai bentuk penghormatan kepada tamu. Alunan gamelan, gending Jawa, atau campursari mengiringi berbagai prosesi sebagai simbol rasa syukur dan harapan agar kehidupan rumah tangga kedua mempelai selalu harmonis.
Prosesi Acara Ngunduh Mantu
Prosesi ngunduh mantu diawali dengan kedatangan rombongan pengantin dan keluarga mempelai wanita ke lokasi yang diselenggarakan oleh keluarga pengantin pria. Setelah prosesi penyerahan simbolis (pasrah-tampi), kedua mempelai menjalani rangkaian adat seperti wijik pupuk, unjukan tirto wening, dan sindur binayang, kemudian diarak menuju pelaminan melalui prosesi kirab.
Selanjutnya, kedua mempelai melakukan sungkeman kepada orang tua untuk memohon doa restu. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah, jamuan makan, dan sesi foto bersama seluruh keluarga serta tamu undangan.
Rayakan Ngunduh Mantu Istimewa di Jakarta Selatan
Jika sedang mencari venue untuk menggelar ngunduh mantu di Jakarta Selatan, Veranda Hotel Pakubuwono dapat menjadi pilihan yang tepat. Meski berada di kawasan strategis Kebayoran Baru, hotel ini menawarkan suasana yang asri, tenang, dan jauh dari hiruk-pikuk kota, sehingga menciptakan atmosfer hangat untuk momen kebersamaan bersama keluarga besar.
Veranda Hotel Pakubuwono juga menyediakan beragam pilihan venue yang dapat disesuaikan dengan konsep acara. Mulai dari indoor function hall yang elegan untuk prosesi adat dan jamuan formal, Wyl’s Jakarta yang cocok untuk acara dengan suasana lebih intim, hingga area tepi kolam renang yang menghadirkan nuansa outdoor yang santai dan berkesan.
Tak hanya itu, tamu dan keluarga juga dapat menikmati fasilitas hotel yang lengkap, seperti kamar yang nyaman untuk menginap, restoran dengan pilihan hidangan Indonesia, Asia, dan Barat, kolam renang outdoor, pusat kebugaran, area parkir, serta berbagai layanan pendukung untuk memastikan acara berjalan lancar.
Rencanakan acara ngunduh mantu Anda bersama Veranda Hotel Pakubuwono! Kunjungi halaman Events di VerandaHotels.com untuk melihat pilihan venue beserta info detailnya dan hubungi tim sales yang siap membantu mewujudkan perayaan sesuai kebutuhan Anda!



